9.3.2 Layanan Pendidikan Negara Islam
9.3.2 Education Services of the Islamic State
Banyak orang di Barat terpesona oleh standar pendidikan yang disediakan. Bagian ini bertujuan untuk menguraikan layanan-layanan yang akan disediakan oleh sebuah Negara Islam.
Many in the West are mesmerised by the standard of education provided. This section hopes to outline services an Islamic State would provide.
Negara wajib menjamin penyediaan pendidikan gratis bagi setiap laki-laki dan perempuan pada jenjang dasar dan menengah, dan negara juga akan berupaya menyediakan pendidikan gratis bagi setiap orang pada jenjang universitas. Hal ini karena menyediakan bagi setiap warga negara pendidikan yang dibutuhkannya dalam segala aspek kehidupan adalah kebutuhan yang mendasar, oleh karena itu merupakan kewajiban negara untuk menyediakannya (terutama sekarang ketika pendidikan dasar dan menengah telah menjadi kebutuhan pokok, bukan kemewahan). Maka menjadi kewajiban negara untuk memastikan bahwa setiap individu terdidik hingga jenjang tersebut. Adapun untuk pendidikan tinggi, sebagian di antaranya juga merupakan kebutuhan, seperti kedokteran dan studi industri pertambangan misalnya, dan negara wajib menyediakan pendidikan semacam itu; sedangkan studi yang dianggap tidak esensial, seperti sastra, negara boleh menyediakannya jika dana tersedia.
The State would ensure the provision of free education to every male and female at both primary and secondary levels, and it would also endeavour to provide free education to everyone at university level. This is so because providing every single citizen of the State with the education he or she needs in all aspects of life is an essential necessity, therefore it is the State’s duty to provide it (especially now that the primary and secondary education have become basic necessities rather than luxuries). It is therefore an obligation upon the State to ensure that every individual is educated to such levels. As for the higher studies, some of these are also a necessity, such as medicine and study of the mining industry for instance, and the State should provide such education; whereas what is considered to be non essential studies such as literature, the State should provide such studies if funds were available.
Negara juga akan mendirikan perpustakaan dan laboratorium untuk bidang-bidang kajian eksperimental, di luar sekolah dan perguruan tinggi, agar mereka yang ingin melanjutkan studi dapat melakukannya dalam berbagai bidang seperti fiqih, hadis dan tafsir, atau kedokteran, teknik sipil, kimia, dan lain-lain....
The State would also set up libraries and laboratories for experimental fields of study, in other than the schools and colleges in order to enable those who wish to take up further studies to do so, in various subjects such as fiqh, hadith and tafseer, or medicine, civil engineering, chemistry etc....
Semua itu akan memungkinkan Ummah untuk menampung sejumlah besar mujtahid, ilmuwan, dan penemu. Telah diriwayatkan bahwa pada masa kekuasaan Islam, satu jalan saja di Baghdad pernah menjadi tempat bagi banyak mujtahid dan ilmuwan. Kota-kota Samarqand, Bukhara, Damaskus, kota-kota di Hijaz, Al-Qayrawan, Cordoba, dan lainnya dahulu dipenuhi oleh universitas dan para pelajar, yang pada masa itu mencerminkan kekuatan dan reputasi tinggi Negara Islam yang lebih besar, yang merupakan kekuatan terdepan di setiap bidang, baik militer, ekonomi, maupun lainnya.
All the above would allow the Ummah to host a sizeable number of mujtahideen, scientists and inventors. It has been reported that during the Islamic rule, a single street of Baghdad used to be a venue for many mujtahideen and scientists. The cities of Samarqand, Bukhara, Damascus, the cities of Hijaz, Al-Qayrawan, Cordoba and others used to be crowded with universities and students, which at the time reflected the might and the high profile of the greater Islamic State which was the leading power in every domain, be it military, economic or otherwise.