12.5 Tidak Ada Pasar Bebas
12.5 No Free Market
Di dunia kita saat ini terdapat ketimpangan ekstrem dalam distribusi kekayaan, baik di tingkat nasional maupun global. Di Inggris, sekitar 90% kekayaan dimiliki oleh sekitar 5% penduduk. Secara global, meskipun sebagian besar cadangan kekayaan dunia berada di wilayah yang disebut 'Dunia Ketiga', wilayah-wilayah ini justru yang paling miskin. Di satu sudut dunia, anak-anak meninggal karena kelaparan, sementara di sudut lain terbentuk gunung mentega dan danau susu akibat kelebihan produksi pangan. Di hadapan ketimpangan yang begitu besar inilah kita diminta untuk membuat keputusan yang menyayat hati mengenai layanan kesehatan dan bantuan pangan.
In our world today there is gross extremism in terms of wealth distribution, whether nationally or globally. In Britain 90% of the wealth is owned by about 5% of the population. Globally, though most of the world’s reserves are in the so-called ‘Third World’, these regions are the most poverty stricken. In one corner of the globe children die of hunger, whereas in another butter mountains and milk lakes are formed due to excess food production. It is in the face of such gross imbalances that we are asked to make heart-wrenching decisions about health services and food aid.
Di satu sudut bumi kemewahan hidup berlimpah, sementara di sudut lain bahkan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup tidak tersedia.
In one corner of the globe luxuries of life are in abundance, and in another even the basic needs for survival are absent.
Islam berdiri sendiri di dunia dewasa ini dalam pandangannya terhadap persoalan ekonomi, dengan menyerang akar dari skenario yang mengerikan ini. Berbeda dengan Kapitalisme dan Komunisme, Islam tidak memusatkan perhatian pada sarana produksi. Sebaliknya, Islam menjamin distribusi dengan tidak hanya membatasi jenis kekayaan yang boleh diperoleh, tetapi juga cara-cara memperolehnya.
Islam stands alone in the world of today in its vision of the economic problem, striking at the root of this terrible scenario. Unlike Capitalism and Communism it does not preoccupy itself with means of production. Rather it ensures distribution by not only limiting the type of wealth that can be acquired, but also the means by which it is acquired.
Jadi dalam Islam, sumber daya alam seperti gas dan minyak tidak boleh dimiliki secara pribadi, sebagaimana kita saksikan di dunia saat ini, di mana perusahaan multinasional mengklaim hak atas kekayaan Ummat Islam. Nabi ﷺ bersabda, "Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api."
So in Islam natural utilities like gas and oil cannot be owned privately, as we see in a world today where multinational companies stake their rights on the wealth of Muslim Ummah. The Prophet (saw) said, “The human beings are partners in three things water, green pastures and fire.”.
Dalam Islam, kekayaan semacam itu akan didistribusikan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, sehingga Khilafah mampu memberikan kepada warganya layanan-layanan yang tampak tak terbayangkan oleh kita di dunia saat ini.
In Islam such wealth would be distributed to ensure that society’s needs can be met, enabling the Khilafah to provide for its citizens services that would seem unimaginable to us in today’s world.
Di bawah Islam, setiap rumah akan dialokasikan kuota bahan bakar yang lebih dari cukup untuk kebutuhannya. Bayangkan, tidak ada tagihan listrik atau gas, apalagi tagihan air. Dalam hal layanan kesehatan, potensinya pun luar biasa. Dewasa ini kita menyediakan anjing penuntun bagi para tunanetra. Pada masa 'Umar ibn Abdul-'Aziz, dua orang dipekerjakan oleh negara untuk merawat setiap tunanetra. Transportasi umum juga dipandang sebagai layanan negara, sehingga ini pun akan gratis.
Under Islam each house will be allocated a quota of fuel more than adequate for its needs. Imagine, no electricity or gas bills, let alone water rates. In terms of health care the potential too is incredible. Today we provide guide dogs for the blind. During the time of ‘Umar ibn Abdul- Aziz two men were employed by the State to care for each blind person. Public transport is also regarded as a State service, so this would also be free.
Islam juga melarang cara-cara tidak adil lainnya dalam memperoleh kekayaan, sehingga menjamin distribusi yang merata. Islam mengharamkan pemberian dan pengambilan riba. Akibatnya, bank-bank tidak akan dapat memungut bunga dari mereka yang membutuhkan pinjaman. Dewasa ini kita menjumpai keadaan di mana mereka yang mampu melunasi hipotek mereka terkadang harus membayar lebih dari dua kali lipat nilai rumah. Selain itu, banyak yang gagal dan rumah mereka disita. Dalam skala global, "Dunia Ketiga" tidak mampu membayar bunga pinjaman dari Bank Dunia dan IMF, dan kemampuan mereka untuk memberi makan rakyatnya "disita."
Islam also prevents other unfair means of acquiring wealth, thereby ensuring distribution. Islam forbids the giving and taking of interest. Consequently banks would not be able to extract interest from those who are needy of loans. Today we find a situation where those who are able to pay off their mortgage sometimes find themselves paying more than twice the value of the house. Furthermore many fail and have their houses repossessed. On a global scale the ‘Third World’ is unable to pay the interest on loans from the World Bank and the IMF, and their ability to feed their populations is ‘repossessed.’.
Sesungguhnya dalam Islam, seluruh konsep perbankan berbeda. Bank bukanlah perusahaan, melainkan layanan. Oleh karena itu, setiap keuntungan diinvestasikan kembali demi kemaslahatan warga negara. Tidak ada insentif bagi bank untuk mengeksploitasi individu lain atau bangsa lain sebagaimana yang dilakukan bank-bank masa kini. Maka sekali lagi kita mungkin akan menyaksikan suatu masa ketika Afrika mampu menopang negara-negara lain sebagaimana yang terjadi pada masa Khilafah.
Indeed in Islam the whole concept of banking is different. Banks are not companies but are services. So any profits are re-invested for the benefit of the citizens. There is no incentive for banks to exploit other individuals or nations in the way the banks of today do. So once again we may see a time when Africa is able to support other countries as it did during the Khilafah.
Sama seperti bank-bank tidak akan mampu mengeksploitasi masyarakat, pemerintah pun tidak dapat melakukannya seperti yang terjadi saat ini. Sebab dalam Islam tidak ada pajak penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, pajak jalan, dan sebagainya. Semua pungutan tersebut tidak memandang apakah orang mampu membayarnya atau tidak. Dalam Khilafah, hanya mereka yang mampu membayar yang dikenai pajak.
Just as banks would not be able to exploit the masses nor can the government do so in the manner it does today. For in Islam there is no income tax, Value Added Tax or road tax etc. These are all indiscriminate with regards to whether people are capable of paying them or not. In the Khilafah, only those who can afford to pay taxes are subject to them.