7.3.11 Sistem Ekonomi yang Ideal
7.3.11 The Ideal Economic System
Tujuan paling mendasar dari perekonomian suatu bangsa adalah menyediakan pasokan barang dan jasa yang memadai bagi warganya, serta memungkinkan setiap warga untuk memperoleh dan memanfaatkannya guna meningkatkan taraf hidup mereka. Hal ini mensyaratkan agar kekayaan diciptakan dalam bentuk barang dan jasa yang dapat digunakan, dan agar masyarakat memperoleh sarana untuk memiliki dan/atau memanfaatkan barang atau jasa tersebut.
The most fundamental aims of the economy of any nation is to provide an adequate supply of goods and services for its citizens and to enable each citizen to acquire and use them to raise their standard of living. This requires that wealth be created in the form of usable goods and services and that people get the means of owning and/or using these goods or services.
Tujuan paling mendasar dari perekonomian suatu bangsa adalah menyediakan pasokan barang dan jasa yang memadai bagi warganya, serta memungkinkan setiap warga untuk memperoleh dan memanfaatkannya guna meningkatkan taraf hidup mereka. Hal ini mensyaratkan agar kekayaan diciptakan dalam bentuk barang dan jasa yang dapat digunakan, dan agar masyarakat memperoleh sarana untuk memiliki dan/atau memanfaatkan barang atau jasa tersebut.
The most fundamental aims of the economy of any nation is to provide an adequate supply of goods and services for its citizens and to enable each citizen to acquire and use them to raise their standard of living. This requires that wealth be created in the form of usable goods and services and that people get the means of owning and/or using these goods or services.
Sejauh mana tujuan dan sasaran ini tercapai, serta seberapa efisien warga Negara berpartisipasi, bergantung pada aturan keterlibatan yang spesifik, yaitu kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh bangsa tersebut.
The degree to which these aims and objectives are met and the efficiency with which the citizens of the State participate depend on the specific rules of engagement, namely the economic policy which the nation implements.
Selain kerangka ideologis umum yang menjadi dasar sistem ekonomi, bahan-bahan utama bagi keberhasilan ekonomi suatu bangsa meliputi: 1) Kepercayaan terhadap dan stabilitas sistem.
Apart from the general ideological framework upon which the economic system is based, the key ingredients for the economic success of any nation include: 1) Confidence in and stability 1) Confidence in and stability of the system.
2) Kelayakan sistem dengan menyediakan insentif ekonomi yang tepat bagi penciptaan dan distribusi kekayaan.
2) Workability of the system by providing appropriate economic incentives for wealth creation and distribution.
3) Metode distribusi yang adil (yaitu, sirkulasi kekayaan).
3) A just method of distribution (i.e. circulation of wealth).
Meskipun saat ini hanya sistem ekonomi Kapitalis yang dipraktikkan di dunia, Sistem Ekonomi Islam memberikan aturan main terbaik dalam kegiatan ekonomi dan akan menjadi yang paling berhasil dalam meningkatkan taraf hidup suatu bangsa mana pun.
Although only the Capitalist economic system is practised in the world today, the Islamic Economic System gives the best rules of engagement in economic activity and would be the most successful towards raising the standard of living of any nation.
Kepercayaan Diri dan Keteguhan
Confidence and Stability
Aktivitas ekonomi pada dasarnya mengandung risiko, karena pihak-pihak yang terlibat langsung di dalamnya dapat memperoleh keuntungan atau kehilangan kekayaan. Oleh karena itu, dalam setiap sistem ekonomi selalu ada pemahaman di kalangan para pelakunya bahwa mereka mungkin kehilangan modal atau usaha mereka. Namun, terdapat pula fenomena lain yang memengaruhi kehidupan ekonomi suatu bangsa secara merugikan, yaitu dengan secara artifisial menciptakan suasana ketidakamanan sehingga mengurangi tingkat aktivitas ekonomi. Fenomena ini muncul karena sistem ekonomi tertentu yang diterapkan, misalnya dalam sistem Kapitalis, kita dapati:
Economic activity by its very nature is risky as those who partake in it directly can gain or lose wealth. Hence in all economic systems, there is always an understanding by those who participate that they may lose their capital or effort. However, there are other phenomena that adversely affect the economic life of a nation by artificially creating an atmosphere of insecurity, and thereby reducing the level of economic activity. These arise because of the specific economic system implemented, for example in the Capitalist system, we find :
i) Naik-Turun Ekonomi (Booms and Busts): Dalam sistem Kapitalis, masa-masa perdagangan yang baik dan buruk telah tampak nyata dari catatan-catatan sejarah. Meskipun pendapat para ekonom sangat berbeda-beda mengenai kondisi-kondisi penyebab fluktuasi perdagangan, terdapat satu kesamaan, yaitu bahwa akar penyebab kondisi-kondisi tersebut bersumber dari fondasi sistem ekonomi Kapitalis itu sendiri.
i) Booms and Busts: In the Capitalist system, periods of good and bad trade have become evident from the records. Although opinions differ widely among economists on the conditions responsible for trade fluctuations, a common feature is that the root cause of these conditions stems from the foundations of the Capitalist economic system.
ii) Inflasi Tak Terkendali: Fakta bahwa uang terus-menerus kehilangan nilainya telah menjadi bagian yang melekat dalam ekonomi Kapitalis. Di sini pun terdapat banyak pendapat dari para ekonom mengenai apa yang menyebabkan inflasi tak terkendali. Namun, resep inflasi tak terkendali terletak di jantung sistem pengendalian keuangan yang sudah mapan dalam sistem Kapitalis.
ii) Runaway Inflation: The fact that money continually loses its value has become an intrinsic part of Capitalist economies. Here again there are many opinions from economists as to what causes runaway inflation. But the recipe for runaway inflation lies at the heart of established financial controls in the Capitalist system.
iii) Kejatuhan pasar uang: Hal ini terjadi secara tidak teratur dalam bentuk perubahan nilai tukar mata uang asing yang mendadak dan berlebihan serta penurunan harga saham yang tiba-tiba.