Bagaimana Negara Islam akan berbeda dalam pendidikan anak Anda? Apakah anak Anda akan tumbuh mengenal agamanya tanpa penyimpangan?
How will the Islamic State differ in the education of your child? Will your child grow to know his/her deen without corruption?
Pertama, pendidikan anak Anda akan gratis karena merupakan kewajiban Negara untuk menyediakan, sebagai kebutuhan dasar, pendidikan gratis bagi setiap laki-laki dan perempuan pada tingkat dasar dan menengah. Setiap warga Negara harus disediakan pendidikan mengenai hal-hal yang dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan. Akan ada kurikulum Islam dengan tujuan membentuk mentalitas Islam dan watak Islam (yakni kecenderungan) dalam diri anak Anda. Jadi, bukan hanya perbuatan anak Anda yang akan dibentuk oleh Islam, tetapi juga kesukaan dan ketidaksukaannya akan sesuai dengan Islam. Akibatnya, setelah bersekolah, mereka seharusnya memahami halal dan haram dan mengikutinya dengan penuh semangat.
Firstly, your child’s education would be free since it is the State’s duty to provide, as a basic necessity, free education for every male and female at primary and secondary levels. Every citizen of the State must be provided with education of that which is needed in all aspects of life. There would exist an Islamic curriculum with the objective of building the Islamic mentality and Islamic disposition (i.e. inclinations) in your child. So not only would your child’s actions be shaped by Islam but also their likes and dislikes would be in accordance with Islam. They should as a result of school understand the halal and the haram and follow them with enthusiasm.
Misalkan kita membayangkan skenario yang serupa dengan di atas. Anak Anda tiba di sebuah sekolah di Negara Islam, dan memulai hari dengan mengucapkan salam Islam kepada teman-teman dan para gurunya. Anak Anda mengikuti pelajaran pertama, yang mungkin adalah pelajaran sains. Pelajaran itu bisa berupa pilihan antara ilmu eksperimental atau ilmu murni. Pelajaran tersebut akan diajarkan dengan 'aqidah Islam sebagai dasar dan pedoman utama. Sebagai orang tua, Anda dapat merasa yakin bahwa gagasan seperti Teori Evolusi tidak akan diajarkan; manusia tidak akan dianggap sebagai hewan yang lebih maju; Teori Dentuman Besar (Big Bang) tidak akan diajarkan sebagai fakta. Allah (SWT) berfirman, "Tetapi kebanyakan mereka hanya mengikuti persangkaan. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran." [TMQ 10:37].
Let us consider a similar scenario as above. Your child arrives at a school in the Islamic State, and begins the day by greeting his/her colleagues and teachers with the greeting of Islam. Your child has the first lesson, perhaps a science subject. It could be a selection of the experimental or pure sciences. It would be taught with the Islamic ‘aqeedah (belief) as the basis and an overriding guide. You as the parent, could rest assured that ideas such as the Theory of Evolution would not be taught; humans would not be considered as advanced animals; the Big Bang Theory would not be taught as fact. Allah (swt) says, “But most of them follow nothing but conjecture. Truly conjecture can be of no avail.” [TMQ 10:37].
Sedangkan di Barat ilmu pengetahuan dipandang bertentangan dengan keyakinan kepada Tuhan, di dalam Negara Islam ilmu pengetahuan justru menjadi penegasan atas keberadaan Allah. Anakmu akan pulang ke rumah dan menjelaskan bahwa ia belajar tentang siklus air: bagaimana Allah (SWT) menyebabkan air naik sebagai uap dari laut melalui penguapan dan membentuk awan; kemudian Allah (SWT) menyebabkan awan-awan itu menurunkan hujan ketika berada di atas daratan; dan Allah (SWT) menyebabkan air hujan berkumpul dan kembali ke laut untuk kembali memulai siklus itu. Tidak ada yang diajarkan yang bertentangan dengan Islam. Allah (SWT) berfirman, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan air yang Allah turunkan dari langit, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." [QS. Al-Baqarah: 164].
Whereas science in the West is seen as a contradiction to belief in God, within the Islamic State science would be a confirmation of the existence of Allah. Your child would come home and explain that he/ she learnt about the water cycle : how Allah (swt) causes water to rise as vapour from the seas by evaporation and form clouds; then Allah (swt) would cause these clouds to give rain once they were over the lands; and Allah (swt) would cause the rain-water to gather and return back to the seas to once again start the cycle. Nothing that is taught would be in contradiction to Islam. Allah (swt) says,. “Lo in the creation of the heavens and the earth, and the difference of night and day, and the ships which run upon the sea with that which is of use to men, and the water which Allah sends down from the sky, thereby reviving the earth after its death, and dispersing all kinds of beasts therein, and in the ordinance of the winds, and the clouds obedient between heaven and earth, these are signs (of Allah’s sovereignty) for people who have sense.” [TMQ 2:164].
Pelajaran anak Anda berikutnya mungkin berupa mata pelajaran budaya seperti bahasa, geografi, sejarah, atau fikih. Dalam geografi, anak Anda akan mengenal atlas Islam. Ia akan belajar tentang luasnya Negara Islam; bagaimana kaum Muslim dipersatukan dalam satu wilayah di bawah satu pemimpin. Bagaimana sumber dayanya dikelola sesuai dengan Islam; bagaimana warganya, baik Muslim maupun non-Muslim, bekerja sama dalam satu sistem. Anak Anda akan belajar untuk bangga menjadi bagian dari negara terdepan.
Your child’s next lesson may be a cultural subject such as languages, geography, history or fiqh. In geography, your child would be familiar with the Islamic atlas. He/she would learn about the vastness of the Islamic State; how the Muslims are unified in one land under one leader. How its resources are managed according to Islam; its citizens, whether Muslim or non-Muslims working together under one system. Your child would learn to be proud of being part of the leading nation.
Dalam bahasa-bahasa yang dipelajari anak Anda, yang dipelajari adalah bahasa Al-Qur'an, bukan bahasa Prancis atau Jerman (bahasa-bahasa ini bisa dipelajari di jenjang pendidikan menengah atau tinggi). Anak Anda tidak perlu mengikuti les bahasa Arab tambahan di luar sekolah. Ia bisa membaca dan memahami Al-Qur'an, atau merujuk kitab-kitab berbahasa Arab.
In languages your child would learn the language of the Qur’an, not French or German (these could be studied in higher or further education). Your child would not have to go to additional out of school Arabic lessons. He/she could read and understand the Qur’an, or refer to books in Arabic.
Dalam pelajaran sejarah, anak Anda akan diperkenalkan pada kekayaan sejarah Islam. Ia akan mempelajari para Khulafa'ur Rasyidin dan berbagai pencapaian mereka; para ulama terkemuka beserta peran yang mereka mainkan; penemuan dan inovasi yang dihasilkan; para pihak yang bersekongkol melawan Islam dan bagaimana mereka dihadapi; serta pengaruh positif Khilafah terhadap dunia. Anak Anda juga dapat menunjukkan bagaimana pencapaian kaum Muslimin di Negara Islam menempatkan mereka ratusan tahun lebih maju dibandingkan dengan masyarakat sezaman mereka, yang hidup di Zaman Kegelapan. Ia dapat memberikan uraian yang akurat tentang pertempuran antara Salahuddin al-Ayyubi dengan pasukan Salib, atau kisah hidup para Sahabat (ra).
In history, your child would be exposed to the rich Islamic history. He/she would study the different Khulafa‘a and their achievements; the famous scholars and the roles they played; the discoveries and inventions that were made; the conspirators against Islam and how they were dealt with; the positive influence of the Khilafah upon the world. Your child could show how the achievements of the Muslims of the Islamic State placed them hundreds of years ahead of their contemporaries (who were in the Dark Ages). They could give accurate accounts of the battle between Salah al-Deen and the Crusaders, or the life stories of the Sahabah (ra).
Anak Anda akan memperoleh pemahaman yang kokoh tentang fikih. Ia akan mampu memberikan dalil-dalil terperinci atas hukum-hukum dalam Islam. Ia bahkan mungkin mampu mengoreksi perbuatan Anda sendiri sebagai nasihat bagi orang tua. Ia akan memahami penghormatan dan ketaatan yang Allah (SWT) wajibkan dari anak kepada orang tuanya. Allah (SWT) berfirman,
Your child would gain a sound knowledge of the fiqh (jurisprudence). They would be able to provide detailed evidences for rules in Islam. They may even be able to correct your own actions as advice to the parents. They would understand the respect and obedience that Allah (swt) requires from the child to the parent. Allah (swt) says,.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah kamu membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS. Al-Isra' 17:23].
“Your Lord has decreed that you worship none but Him, and that you be kind to parents. Whether one or both of them attain old age in your life, say not “oof” to them, nor repel them but address them in terms of honour.” [TMQ 17:23].
Waktu istirahat sekolah dan jam makan siang akan menjadi waktu untuk menikmati kebersamaan dengan sesama Muslim yang beradab baik, diisi dengan percakapan tentang tokoh-tokoh Muslim yang terkenal: para pemimpin, ulama, matematikawan, ilmuwan, dan lainnya yang akan menjadi teladan yang sangat baik. Mereka tidak akan belajar mengumpat atau mempelajari kebiasaan buruk, dan akan memiliki tingkah laku yang paling menyenangkan.
School break times and lunch times would be a time to enjoy the company of other Muslims with good etiquettes, filled with conversations about famous Muslims: leaders, scholars, mathematicians, scientists and others who would be excellent role models. They would not learn to swear or learn of ill practices, and would possess the most pleasing mannerisms.
Di sekolah yang lebih besar — masyarakat — juga akan ada pendidikan Islam yang konsisten melalui media Negara. Melalui televisi, radio, dan majalah anak-anak, hanya nilai-nilai dan cita-cita Islam yang akan disampaikan.
In the bigger school - society, there would be also a consistent education of Islam through the State’s media. Through television, radio and children’s magazines only Islamic ideals and values would be passed.
Semua langkah ini akan menjamin terbentuknya generasi yang baik, yang kelak dapat menjadi pemimpin Khilafah. Dan anak Anda pun dapat berkontribusi dalam hal ini.
All these measures would guarantee the nurturing of a fine generation that could be the leaders of the Khilafah. And your child could contribute to this.