11.7 Mencari Dukungan untuk Mendirikan Negara
11.7 Seeking Support to Establish the State
Nabi ﷺ tidak hanya menyerukan Islam dan menyerang sistem serta keyakinan yang rusak di sekitarnya, tetapi beliau juga aktif berupaya mendirikan Negara dengan mendekati mereka yang memiliki kewenangan untuk memerintah, mereka yang berada dalam posisi berwenang atau yang dapat menyerahkan kekuasaan kepada beliau ﷺ. Hal ini dikenal sebagai nusrah (dukungan) dan merupakan persoalan krusial bagi gerakan Islam saat ini. Sementara Nabi ﷺ mempersiapkan masyarakat melalui dakwah terbuka beliau, para tokoh berpengaruh di Madinah secara alami memfasilitasi lahirnya Negara Islam di sana, tanpa perlu kudeta (coup d'état), yang mungkin diperlukan dalam keadaan yang berbeda. Banyak yang tidak menyadari bahwa kemenangan yang diraih setelah Hijrah datang di penghujung perjuangan panjang, yang akan diperlukan jika kita ingin merasakan kemenangan yang sama. Allah (SWT) berfirman,
The Prophet (saw) did not only call to Islam and attack the corrupt systems and beliefs around him, but he also actively worked to establish the State by approaching those with the authority to rule, those who were in positions of authority or could hand him authority - this is known as nussrah (support) and is a critical issue for the Islamic movement today. While the Prophet (saw) was preparing society with his open call, the actual influential people in Madinah facilitated the birth of the Islamic State there naturally, without the need for a coup d’état, which may have been needed in different circumstances. Many fail to recognise that the triumph which resulted after the Hijrah came at the end of a long struggle, one that will be necessary if we are to taste the same victory. Allah (swt) says,.
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi? Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sungguh, Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." [TMQ 29:2-3].
“Do they think they will be left to say: We believe without being tested? Surely We had tested those who came before them. Surely Allah will know who are faithful and who make a lie.” [TMQ 29:2-3].
Sementara pesan Islam semakin luas dijangkau oleh khalayak yang kian banyak, wilayah (dar) yang sangat dibutuhkan Nabi ﷺ untuk menegakkan sistem ini, dan dari situ membawanya kepada umat manusia melalui dakwah dan jihad, belum juga beliau peroleh. Beliau ﷺ menghabiskan waktu dengan mendatangi langsung para pemimpin suku dan mereka yang berkuasa di seluruh Semenanjung Arab, meminta secara langsung dukungan untuk memerintah dengan Islam. Islam tidak pernah dapat dibatasi hanya sebagai sistem keyakinan dan beberapa ritual keagamaan individual; mereka yang beriman kepadanya harus memerintah dengannya. Allah (SWT) berfirman, "Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir." [TMQ 5:44].
Whilst the message of Islam was reaching wider and wider audiences the actual land (dar) which the Prophet (saw) needed to launch the system and from which he could carry it to mankind through invitation and jihad eluded him. He (saw) spent time approaching directly the heads of tribes and those in power around the Arab peninsula, asking directly for the support to rule by Islam. Islam could never be limited to a belief system and a few individual religious rituals; those that believed in it had to rule by it. Allah (swt) says,. “If anyone rules by other than what Allah has revealed, they are disbelievers.” [TMQ 5:44].
Banyak suku didatangi oleh Nabi Muhammad ﷺ, yang sering disertai oleh Abu Bakr (ra), seorang ahli dalam berbagai suku dan silsilah mereka. Satu contoh saja sudah cukup untuk membuktikan hal ini. Bani (suku) Amir bin Sa‘sha‘ah didatangi, dan setelah banyak pembicaraan yang meliputi Islam hingga kekuatan militer mereka, ditetapkan bahwa suku ini cukup kuat untuk menjadi titik tolak bagi negara baru, dan mereka bersedia mendukung Nabi Muhammad ﷺ. Namun, mereka mengajukan satu syarat dengan menanyakan apakah mereka akan memiliki kekuasaan (pemerintahan dari suku mereka) setelah Nabi Muhammad ﷺ wafat. Nabi Muhammad ﷺ tidak menerima dukungan dari mereka dan menjawab bahwa “Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki”, dan beliau tidak dapat menerima kompromi apa pun dalam agama, bahkan pada saat beliau dan para sahabatnya menghadapi kesulitan yang sangat berat.
Many tribes were approached by the Prophet (saw) who was often accompanied by Abu Bakr (ra) who was an expert on the various tribes and their genealogies. One example suffices to prove this point. The bani (tribe) Amir ibn Sa‘ssah were approached and after many discussions ranging over Islam to their military strength it was determined that this tribe was sufficiently strong to be a launching point for the new state, and they were prepared to support the Prophet (saw), however they put one condition in querying whether they would have the authority (rule from their tribe) after the Prophet (saw). The Prophet (saw) did not accept support from them and responded that “Allah gives the authority where He wills” and could not accept any compromise in the deen even at a time when he and his companions were facing great hardship.
Ketika dukungan tanpa syarat datang dari suku Aws dan Khazraj dari Yathrib (Madinah), Nabi ﷺ menunjukkan dengan jelas pentingnya memperoleh kekuasaan dan otoritas bagi Islam. Pada baiat 'Aqabah yang kedua, larut malam, beliau ﷺ meminta dua belas naqeeb (pemimpin) dari mereka untuk maju, karena merekalah yang akan memastikan penyerahan kekuasaan kepada beliau ﷺ dengan keyakinan penuh kepada beliau dan risalahnya.
When the unequivocal support did come from the tribes of Aws and Khazraj from Yathrib (Madinah) the Prophet (saw) showed clearly the importance of getting the power and authority for Islam. At the second pledge of ‘Aqabah, late into the night he (saw) asked for twelve naqeeb (leaders) from them to come forward as it was they that were going to ensure the handing of power to him with full conviction in him and his message.
Ketika Nabi ﷺ telah menyelesaikan hijrah ke Madinah dan diberi kekuasaan penuh, pasukan dari para pemimpin suku sebelumnya terlihat berkumpul dalam jumlah besar keesokan paginya untuk membela pemimpin baru mereka dan Negara Islam yang baru. Bahkan 'Abdullah bin Ubay bin Salul, yang kemudian dikenal sebagai pemimpin kaum munafik di Madinah, mengakui bahwa kekuasaan telah diraih melalui persiapan yang matang, ketika ia dengan penuh iri berkata, "Ini telah direncanakan pada malam hari."
When the Prophet (saw) did complete the Hijrah to Madinah, and was given the full authority, the forces of the previous tribal leaders were seen out in force the very next morning to defend their new leader and the new Islamic State. Even ‘Abdullah ibn Ubay ibn Salool later labelled as the head of the hypocrites of Madinah recognised that power had been taken through proper preparations when he jealously said, “This has been planned in the night.”.
Nabi ﷺ membuktikan bahwa tidak ada negara tanpa kekuasaan, dan tidak ada kekuasaan tanpa membangun dukungan dari mereka yang mampu menyerahkan kekuatan. Alangkah baiknya jika di dunia saat ini umat turun ke jalan secara massal menuntut penerapan Islam, dan rezim-rezim yang korup akan menyerah serta menyerahkan kekuasaan. Namun, dengan tidak adanya kelahiran alami seperti itu, kemungkinan besar negara akan membutuhkan bantuan dari pengikut yang tulus di kalangan mereka yang memiliki pengaruh, seperti militer.
The Prophet (saw) proved that there could be no state without authority and there could be no authority without building the support from those that could deliver power. It would be nice to think that in today’s world the Ummah would come out on mass in the streets demanding the implementation of Islam and that the corrupt regimes will lay down and pass the power on, but in the absence of such a natural birth it is likely that the State will need the assistance of a sincere following from those of influence like the army.