Inilah saat masalah yang sebenarnya dimulai. Anak Anda mulai memiliki pikiran sendiri, dan untuk pertama kalinya mulai melakukan hal-hal yang tidak selalu Anda minta untuk dilakukan.
This is when the real problems start. Your child develops a mind of his or her own, and for the first time starts to do things that you did not necessarily ask them to do.
Namun jika Anda membandingkan para pemuda di Barat dengan para pemuda yang telah dibentuk oleh lingkungan Sistem Sosial Islam, Anda akan mendapati bahwa sebagian besar kekhawatiran Anda menjadi reda. Di sini, kewajiban mereka sebagai anak laki-laki maupun perempuan menjadi jelas :
But if you compare youth in the West to youth who have been cultured by the environment of the Islamic Social System, you will find that most of your fears are allayed. Here their duties as a son or daughter become apparent :
1. Tidak Berpacaran:
1. No Dating :
Media menggambarkan kepada remaja seolah-olah jika mereka tidak memiliki pacar, pasti ada yang salah dengan diri mereka. Dalam Islam, jika seseorang memiliki pacar, berarti ada yang salah dengan gaya hidupnya. Kebijakan pemisahan (segregasi) tidak hanya memastikan bahwa godaan untuk melakukannya diminimalkan, tetapi juga menjamin terpeliharanya kehormatan dan harga diri bagi laki-laki maupun perempuan. Sebaliknya, Islam menganjurkan agar anak-anak dinikahkan segera setelah mereka mampu (yaitu sudah baligh). Allah (SWT) berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." [TMQ 17:32].
The media paints an image for youth that if they don’t have a boyfriend or girlfriend, there must be something wrong with them. In Islam, if you have a boyfriend or girlfriend, there is something wrong with your lifestyle. The policy of segregation not only ensures that the temptation to do this is minimised, it also guarantees the preservation of dignity and respect for both men and women. Instead, Islam recommends you to get your children married as soon as they are able (i.e. mature). Allah (swt) says, “Do not come near zina (fornication or adultery), for it is a shameful deed and an evil, opening the road to other evils.” [TMQ 17:32].
Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa mampu untuk menikah, hendaklah ia menikah, karena itu akan membantunya menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya."
Bukhari narrated that the Prophet (saw) said, “Whoever is able to marry should marry, for that will help him lower his gaze and guard his modesty.”.
Ketaatan kepada orang tua
Obedience to parents :
Penghormatan dan ketaatan kepada orang tua diwajibkan atas setiap Muslim sepanjang hidupnya. Islam melarang anak-anak Anda untuk menghina, mencaci, bahkan berbicara dengan nada kasar kepada Anda. Allah (SWT) berfirman,
Respect and obedience towards parents is enjoined upon all Muslims throughout their lives. Islam forbids your children to insult, abuse or even speak in a harsh tone towards you. Allah (swt) says,.
"Dan Kami telah memerintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, (Kami berfirman): Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya..." [QS. Luqman 31:14-15].
“And we have enjoined upon man to be good to his parents. In travail upon travail did his mother bear him. And in years twain was his weaning : (Hear the command) Show gratitude to Me and your parents : To me is (your final) goal. But if they strive to make you join in worship with me things of that which you have no knowledge, obey them not.” [TMQ 31:14-15].