1 Pandangan tentang Laki-laki dan Perempuan
1 The View of Man and Woman

“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal.” [Al-Hujurat: 13] Dia (SWT) berfirman:
“Oh mankind! We have created you from a male and female, and made you into nations and tribes, so that you may know each other.” [Al- Hujurat: 13] He (swt) says:

“Wahai manusia! Apa yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?” [Al-Infithar: 6] Dia (swt) berfirman:
“Oh mankind! What has misled you from your Lord, most Generous?”. [Al- Infitar: 6] He (swt) says:

"Celakalah manusia! Apa yang membuatnya ingkar kepada Tuhan? Dari apa Dia menciptakannya? Dari setetes air mani Dia menciptakannya..." [Abasa: 17 - 19] Dengan demikian, Allah (swt) telah menyampaikan kewajiban-kewajiban kepada umat manusia, dan Dia (swt) menjadikan umat manusia sebagai subjek dari firman tersebut dan kewajiban-kewajiban itu. Dia (swt) telah menurunkan hukum-hukum syariat (Shar'a) kepada umat manusia, dan Dia (swt) akan membangkitkan umat manusia, menghisab mereka, lalu memasukkan mereka ke dalam Surga atau Neraka. Oleh karena itu, Dia (swt) menjadikan manusia - bukan laki-laki atau perempuan - sebagai subjek dari kewajiban-kewajiban tersebut.
“Woe to mankind! What has made Him reject God? From what thing did He create Him? From a clot He Created Him...” [Abasa: 17 - 19] Thus, Allah (swt) has addressed mankind with obligations and He (swt) has made Mankind the subject of that speech and those obligations. He (swt) has revealed the laws (Shar’a) to mankind and He (swt) will resurrect mankind, account him/her and admit Him/her to Paradise or Hell. Therefore, He (swt) has made mankind - not men or women - the subject of the obligations.
Allah (swt) telah menciptakan manusia, baik laki-laki maupun perempuan, dengan fitrah tertentu yang berbeda dari fitrah hewan. Perempuan adalah manusia, sebagaimana laki-laki adalah manusia, dan keduanya tidak berbeda satu sama lain dalam hal kemanusiaan mereka. Tidak pula salah satunya dibedakan dari yang lain dalam aspek apa pun dari kemanusiaan itu. Allah (swt) telah mempersiapkan keduanya, sebagai manusia, untuk memasuki berbagai lapangan kehidupan, dan secara pasti menjadikan mereka hidup dalam masyarakat yang sama. Dia juga menjadikan kelangsungan umat manusia bergantung pada pertemuan mereka dan keberadaan mereka bersama dalam setiap masyarakat. Tidak diperbolehkan memandang salah satu dari keduanya kecuali sebagaimana yang lain dipandang, karena sebagai manusia, keduanya memiliki seluruh karakteristik kemanusiaan dan kebutuhan pokok kehidupan. Allah (swt) telah menciptakan dalam diri masing-masing dari keduanya energi vital (Taqa Hayawiya), dan energi vital yang sama itu pula yang Dia (swt) ciptakan bagi yang lain. Maka Dia (swt) menjadikan dalam diri masing-masing kebutuhan biologis seperti lapar, haus, dan kebutuhan untuk buang hajat, serta menjadikan dalam diri masing-masing naluri mempertahankan diri (Gharizat al-Baq'a), naluri berkembang biak (Gharizat al-Nau'), dan naluri pengagungan (Gharizat al-Tadayyun). Itulah kebutuhan biologis dan naluri yang sama yang terdapat pada masing-masing keduanya. Dia (swt) telah menganugerahkan kepada keduanya kemampuan berpikir, dan itulah kemampuan berpikir yang sama yang terdapat pada yang lain. Dengan demikian, akal ada pada laki-laki dan itu adalah akal yang sama dengan yang ada pada perempuan, karena Allah menciptakan akal bagi manusia, bukan khusus bagi laki-laki atau perempuan saja.

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari satu diri, dan darinya Dia menciptakan istrinya, dan dari keduanya Dia mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak." [An-Nisa: 1] Allah (SWT) berfirman:
“Oh mankind! Be dutiful to your Lord, Who created you from a single person, and from Him created his wife, and from them both He created many men and women”. [An- Nisa: 1] He (swt) says:

"Dialah yang telah menciptakan kamu dari satu diri, dan darinya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa tenteram kepadanya. Maka ketika dia telah menggaulinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, lalu teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka seraya berkata: 'Jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.'" [Al-A'raf: 189] Dia (SWT) berfirman:
“It is He Who has created you from a single person, and He has created from Him his wife, in order that He might enjoy the pleasure of living with her. When He had sexual relations with her, she became pregnant and she carried it about lightly. Then when it became heavy, they both invoked Allah, their Lord: If You give us a good child, indeed we shall be amongst the grateful”. [Al- Araf: 189] He (swt) says:

"Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau dan Kami jadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan." [Ar-Ra'd: 38] Dia (SWT) berfirman:
“And indeed We sent Messengers before you and made for them wives and offspring”. [Ar- Rad: 38] He (swt) says:

"Dan Allah menjadikan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri, dan menjadikan bagimu, dari istri-istrimu itu, anak-anak dan cucu-cucu." [An-Nahl: 72] Dia (SWT) berfirman:
“And Allah has made for you wives of your own kind, and has made for you, from your wives, sons and grandsons”. [An- Nahl: 72] He (swt) says:

"Dan di antara tanda-tanda-Nya ialah bahwa Dia menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri, agar kalian merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang." [Ar-Rum: 21] Dia (SWT) berfirman:
“And among his Signs is this, that He created for you wives from among yourselves, that you may find repose in them, and He has put between you affection and mercy.” [Ar- Rum: 21] He (swt) says:

"Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan untukmu pasangan dari dirimu sendiri." [Asy-Syura: 11] Dia (SWT) berfirman:
“The Creator of the heavens and earth. He has made for you mates from yourselves”. [Ash- Shura: 11] He (swt) says:

"Dan bahwa Dia (Allah) menciptakan pasangan, laki-laki dan perempuan, dari nutfah (setetes mani) apabila ditumpahkan." [An-Najm: 45-46] Dia (SWT) berfirman:
“And that He (Allah) creates the pairs, - male and female, from nutfah (drops of semen) when it is emitted”. [An- Najm: 45-46] He (swt) says:

"Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan". [An-Naba: 8] Dengan demikian, Allah (SWT) membatasi penciptaan laki-laki dan perempuan pada aspek pernikahan. Dia (SWT) mengulanginya, agar pandangan terhadap laki-laki dan perempuan terpusat pada pernikahan, yaitu untuk melahirkan keturunan demi kelangsungan hidup umat manusia.
“And We created you in pairs”. [An- Naba: 8] Thus, Allah (swt) restricted the creation of the male and female to the marital aspect. He (swt) repeated this, so that the view towards the male and female be focused on marriage i.e. towards producing offspring for the survival of the human race.